Pages

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

FF Fantasy Girl

Hai .. Kembali lagi nih, bawa FF baru. Harap maklum kalau banyak typo bertebaran, dan kesalahan-kesalahan lainnya..





Fantasy Girl

Cast :
*      Lee Chunji ( Teen Top ) aka Lee Chunji
                        









*      Krystal Jung ( f(x)) aka Krystal Jung









*      Kim Yoo Jung aka Lee Chunhee










Dilantai atas dari sebuah rumah, terdengar dentuman lagu milik CNBLUE dengan irama khas dan bernuansa rock yang membuat seorang pria terlihat lebih bersemangat dari biasanya.  Ia terlihat mengenakan setelan celana jeans hitam dan kemeja putih bersih dilengkapi dengan dasi yang terpasang dengan sangat  rapi. Sekilas pria itu menatap sebuah cermin, memperhatikan seluruh penampilannya dari ujung kaki hingga ujung rambut kemudian memilih sepatu yang sudah pasti akan membuat para wanita semakin terbuai olehnya,
Perfect !” ucapnya dalam hati.
            Setelah men turn-off radionya, Chunji mulai menuruni tangga rumah satu persatu, bersiap-siap memulai hari dengan ceria. Ia langkahkan kaki menuju garasi, kemudian mengidupkan mesin mobil audi s5 miliknya. Tujuan pertamanya adalah  Gwangju High school, tempat Lee ChunHee, adiknya, bersekolah. Dan seperti hari-hari biasanya, saat sampai disana, semua mata tertuju padanya, memuji-muji ketampanannya.
“Aigo.. Oppa ! kau tampan sekali hari ini. Lihatlah, semua orang memperhatikanmu !” puji chunhee seraya menepuk-nepuk punggung kakaknya
“gomawoyo chunhee-ah..” jawab chunji dengan senyuman yang mengembang di bibirnya
Tak memperdulikan wanita yang masih terus berteriak-teriak ”chunji...chunji oppa” lelaki itu segera menancapkan gas menuju tempat tujuannya yang kedua yaitu, restoran.
            Chunji sudah mengelola restoran itu selama 3 tahun. Dan selama 3 tahun itu pula, restorannya semakin bertambah ramai.
Saat ditengah jalan, sang adik mulai berbicara,
“Oppa ... saat kau bekerja direstoran, aku sangat kesepian. apa kau tak bisa meluangkan waktu lebih lama untuk adikmu ini ?”
“Aigoo.. oppa ini sangat sibuk..  kau  harus bisa memaklumi. Ara ( mengerti ) ?”
“Ne ...”
            Tak beberapa lama setelah percapakan mereka, restoran dengan penuh pengunjung sudah ada didepan mata.
“Oppa.. kajja ( ayo ) .. aku sudah sangat lapar .. palli ( cepat )” pinta sang adik
Saat memasuki tempat itu, chunji terlihat senang karena ia merasa, selama ini usahanya tak sia-sia. Ia korbankan segalanya untuk membangun restoran itu, mempertahankan satu-satunya sumber penghasilan keluarganya sejak dahulu
Setelah sampai di ruang pribadi miliknya, ia mengambilkan beberapa masakan untuk dimakan. Namun sayang, mereka harus bergegas karena masih ada tempat lain yang harus dikunjungi.
“Oppa... tidak bisakah aku menunggu disini saja ?” Tanya Chunhee
“Aniyo .. kau harus ikut. Jika kau tetap disini, siapa yang akan menemaniku ?”
            Pasangan adik kakak itupun segera melaju dengan kecepatan yang rendah. Namun, hal itu malah membuat mereka terkena masalah, masalah yang akan mengubah hari-hari mereka.
“Brukkk .. brukk..”
“Oppa.. igo mwoya ??” tanya chunhee
Chunji dan chunhee yang menyadari telah menabrak seseorang pun turun dari mobilnya dengan harap-harap cemas
“Ya.. gwenchana ? ( hey, apa kau baik-baik saja)” tanya chunji
“Ne. Gamsahamnida .. .. omo !! ottokhae ottokhae ottokhae?( bagaimana ini ??)” Ucap  sang yeoja panik saat melihat segerombol pria berbadan besar dari kejauhan mulai  berlari kearah mereka
“Bisakah kau membawaku ? bisakah aku menginap dirumahmu ? jebaliyo( aku mohon) .. jika kalian tidak membawaku ...aishh... aku pasti akan dicincang-cincang oleh halmonie ( nenek).. izinkan aku tinggal dirumahmu.. jika tidak, berpura-puralah bahwa kau kekasihku dan akan mengantarkanku kerumah .. jebaliyo...” Lanjutnya
“Ya.. ! ( hey ! )kami memang menabrakmu ,tapi bagaimana bisa kau berkata seperti itu padaku ! kau ini tidak punya sopan santun ha ? aishh.. seharusnya kutinggalkan saja dirimu disini..” bentak chunji
“Ya !! tadi kau bersikap baik padaku, kenapa sekarang kau berbicara seperti itu ? jika bukan karena kondisi mendesak, aku tidak akan meminta hal bodoh kepada orang yang sudah menabrakku !”
            Dari kejauhan, tampak orang-orang itu semakin mendekat dan memanggil-manggil sang yeoja dengan sebutan,’krystal agassi.. krystal agassi.Tanpa pikir panjang, yeoja itu langsung masuk kemobil dan meminta chunji juga chunhee untuk segera pergi.
Di mobil, chunhee yang sejak tadi diam mulai angkat bicara,
“Eonni.. dangsineun nugu ? ( kau siapa ?)”
“Chaega (aku ?) sebelumnya maaf karena telah merepotkan, namaku Krystal Jung kelahiran San fransisco, California. Cucu sekaligus...”
Belum selesai krystal memperkenalkan dirinya, chunji tiba-tiba memberhentikan mobil dan menyuruhnya untuk turun.
“Turun ..” pintanya
“Shireoyo ( aku tidak mau).. setidaknya carikan aku tempat tinggal.. “
“Cepat turun ..”
“Shireoyo..”
“Aku bilang turun.. apa kau tidak mendengar ?”
Namun sepertinya, keberuntungan sedang memihak pada krystal. chunhee menawarkan sesuatu pada yeoja itu, sesuatu yang membuat oppanya speachlees,tak bisa berkata apa-apa.
“Eonni .. kau boleh tinggal dirumah kami. Tapi dengan syarat... pukul 07.00 – 12.00 kau harus bekerja direstoran oppaku, setelah itu kau harus menemaniku sepanjang hari. Sepanjang hari !! setuju ?”
“Ya !! micheonna ? ( kau gila ?)“ Tanya chunji
“Dwesoyo(sudahlah), bukankah ini juga menguntungkan bagi kita ? oppa tidak kekurangan pekerja, selain itu, adikmu ini tidak akan kesepian. sudahlah, meurut saja apa kataku.. ne ?” Bisik chunhee
“Ne.. arasseo arasseo!(ya .. aku mengerti .. menegerti ..)” jawab chunji pasrah
Krystal yang sedari tadi tampak berfikir akhirnya mengiyakan semua permintaan chunhee. Tapi sang kakak memberikan satu persyaratan lagi,
“Setelah sampai rumah, kau ceritakan asal usulmu.”
“Apakah itu harus ?” tanya krystal
“Ne..” jawab chunji
“Semuanya ?” tanyanya lagi
“Ya !! kau mau aku menuduhmu sebagai penjahat ? kau mau ??”
“Kau ini.. apa sikapmu selalu seperti ini pada wanita ?  apa kau selalu bersikap kasar pada wanita ? apa kau tak punya sopan santun ?” tanya krystal yang nampaknya sudah mulai terpancing emosi dengan kata-kata chunji
“chunji oppa.. sudahlah.. jangan berdebat dengannya..” Pinta Chunhee
            Karena semua sudah disetujui, chunji kembali menancapkan gas untuk pulang ke rumah.
Sesampainya dirumah,
“Krystal Jung Imnida, aku lahir di san fransisco, california. Aku adalah cucu sekaligus pewaris tahta dari taesan group.”
“Mwo ??” pekik chunhee dan chunji tak percaya
“lalu,  jelaskan kepada kami apa alasan orang-orang itu mengejarmu.!” Pinta chunji
“Aku... dulu mempunyai seorang eonni. Karena suatu masalah,  eonniku diusir dari rumah tanpa uang sepeserpun saat umurnya masih 17 tahun sedangkan umurku masih 12 tahun. Orang tuaku yang baru datang dari california sangat shock mendengar berita itu. Akhirnya, mereka memutuskan untuk mencari eonniku dan membawanya kembali pulang kerumah. Tapi,  hatiku bertambah sakit saat aku mengetahui orang tuaku mengalami kecelakaan. Ayahku seketika meninggal ditempat, sedangkan ibuku segera dibawa kerumah sakit. Namun beberapa jam kemudian, beliau menyusul ayahku. ” Ucapnya seraya menahan tangis dan rasa sakit yang amat mendalam
“Aku tak tahu harus bagaimana, aku merasa kesepian, hampa, tak pernah mendapat kasih sayang. Aku hanya bisa menangis, Namun hal yang membuatku lebih syok, penyebab kecelakaan itu adalah nenekku sendiri. Nenek menyuruh orang untuk memotong kabel rem supaya appa dan eommaku tidak bisa mencari kakakku. Aku sangat marah, rasanya ingin sekali mengakhiri hidup saat itu juga. Beberapa tahun kemudian, aku mencoba untuk mencari kabar eonniku dan berhasil menemukannya dengan bantuan pengikut setiaku, tapi hal itu tidak berlangsung lama. Nenek tahu aku sudah berhasil menemukan kakakku dan mulai mengurungku seperti hewan. Dan untuk yang kedua kalinya aku kehilangan eonniku. Dan alasan mengapa aku ada disini, itu karena eonniku. Aku mendengar bahwa eonniku tinggal di gwangju.. aku ingin sekali bertemu dengannya..” Lanjutnya
Krystal sudah tidak tahan, is segera berlari keluar rumah dengan rasa sesak di dada. Sedangkan Chunhee yang merasa iba kepada krystal berlari mengejarnya,
“Eonni...menangislah sepuas hatimu. Jangan kau tahan rasa sakit itu..”
Chunji merasa sangat bersalah pada krystal. ia pun segera menyiapkan kamar untuk yeoja itu, membuat kamar itu terlihat lebih rapi dari sebelumnya.
“Kau beristirahatlah. Aku masih ada urusan. Chunhee, jagalah rumah. ara ?” pinta chunji
“Ne ..”
            Saat chunhee mulai memasuki rumah, krystal tiba-tiba bangkit dan menarik tangan chunji kemudian berbisik ditelinganya,
“Gomawoyo..chunji-ah..”
Mendengar perkataan itu, chunji sedikit merasa tidak nyaman dan canggung. Entah mengapa. Namun ia segera melupakan hal itu dan kembali melanjutkan perjalanannya.
*********
            Hari baru telah tiba, saatnya krystal untuk menjalankan tugas pertamanya, yaitu bekerja direstoran milik Chunji.
“Kau sudah siap ?” tanya chunji
“Ne.. kajja”
Sesampainya disana, para pegawai chunji shock melihat lelaki itu datang dengan seorang wanita karena sebelumnya mereka tak pernah melihat chunji datang bersama seorang wanita kecuali adiknya. Tak ingin ada kesalah pahaman, chunji menjelaskan bahwa krystal adalah pegawai baru. Yeoja itu sedikit takjub melihat restoran milik chunji.
“Wahh, restoramu besar juga, ada panggungnya pula. Aku kira hanya restoran di seoul saja yang mempunyai desain seperti ini. “
“kau ini anak orang kaya tapi kenapa terlihat sangat udik ?” tanya chunji ketus
            Krystal yang masih takjub segera berlari naik keatas panggung dan menyambar mik yang ada disana.
“ya.. ( hey !) apa yang kau lakukan ?”
“Sepertinya panggung ini tidak pernah dipakai untuk menyanyi. Bolehkah nanti aku menyanyi disini ???” tanya krystal
“Kau !! kau ini  pegawai baru tapi kenapa meminta hal yang aneh-aneh padaku.. memangnya kau bisa menyanyi ?”
“Gureom ( tentu !). Lihatlah..”
Chunji yang tak ingin krystal membuat masalah segera menariknya turun dari panggung dan berkata,
“Kau boleh menyanyi tapi nanti, saat pengunjung sudah banyak yang datang...” “Jinjja jinjja jinjja ?????? Gomawoyo...” ucap krystal seraya memeluk chunji
chunji yang merasa canggung segera melepaskan pelukan krystal dan menyuruh krystal untuk membantu pegawai yang lain.
“Ehhmm.. sebaiknya kau cepat bantu pegawai lain..”
“Ne..” jawab krystal ceria
            Hari sudah semakin siang begitu pula dengan restoran yang semakin ramai dengan pengunjung. Krystal  merasa senang karena ini saatnya untuk ia bernyanyi, seperti yang diucapkan oleh chunji. Ia pun segera berganti baju dan berjalan menaiki panggung.
“annyeong haseyo.. krystal jung imnida. Ini adalah program baru di restoran kami. Saya akan membawakan lagu milik IU, nagging ..Selamat menikmati..” ucap krystal
            Chunji yang sedari tadi sibuk sangat kaget mendengar krystal benar-benar menganggap ucapannya serius dan menyanyi diatas panggung. Ia pun segera berlari mendekati panggung untuk mengajak krystal pergi. Tapi saat sampai disana,

neutge daniji jom ma
sureun meolli jom haebwa
yeol saljjari aecheoreom mareul an deutni

jeongmal useumman nawa
nuga nugul bogo aira haneunji
jeongmal useumman nawa

sirheun yaegi hage doeneun nae mameul molla
joheun yaegiman nanugo sipeun nae mameul molla
geumanhalkka? Geumanhaja
hanabuteo yeolkkaji da neol wihan sori
nae mal deutji annneun neoegeneun ppeonhan jansori
geu manhaja geuman haja
saranghagiman haedo sigan eomneunde

meori anin gaseumeuro haneun iyagi
niga sirta haedo an hal suga eomneun iyagi
geumanhaja geumanhaja
neoui jansoriman deullyeo’


Chunji takjub melihat penampilan krystal yang begitu apik. Ia juga terlihat sangat senang saat melihat para pengunjung menikmati penampilan krystal. Saat dipanggung, Chunji menyadari dan mengakui krystal terlihat sangat anggun dan cantik meskipun hanya dalam hati. Tapi lamunannya buyar seketika saat krystal selesai menyanyi dan menyapanya,
“Bagaimana penampilanku ? aku sedikit gugup karena ini pertama kalinya aku tampil di panggung..”
Tak mau krystal besar kepala, chunji malah mengejek wanita itu,
“Kau benar-benar menganggap perkataanku tadi serius ? Gadis bodoh..” ucap chunji
“Meskipun sebenarnya penampilanmu sangat menakjubkan” lanjutnya dengan suara yang nyaris tak terdengar
Tapi sayangnya, krystal ternyata mendengar perkataan itu. Ia hanya bisa tersenyum melihat kelakuan sang bos yang sangat gengsi  dan tak mau memuji dirinya.
            Waktu terus berjalan, tak terasa hari sudah semakin malam. Saatnya untuk menutup restoran.
“kajja .. kita pulang sekarang..” ajak chunji
“Aniyo.. aku tidak enak kepada pekerja lain. Nanti aku akan pulang naik taksi ..”
“memangnya kau punya uang ?”
“Nde. Cukup kok untuk naik taksi.. kau tenang saja..” jawab krystal seraya menepuk-nepuk punggung chunji, persis seperti apa yang adiknya lakukan “arasseo..” jawabnya datar
“jangan lupa, sampaikan permintaan maafku pada adikmu karena tak bisa menemaninya dan harus bekerja sampai malam”
“tidak masalah.. aku sudah memberitahu adikku tadi..”
Chunji pun memberi salam kepada semua pekerja kemudian berlalu dengan mobilnya menuju rumah meskipun dalam hati ia sedikit cemas karena krystal orang baru di gwangju.
Setelah semuanya selesai, krystal berpamitan pulang kepada teman-temannya. Ia sangat senang, karena mereka semua baik dan ramah. Ia menyusuri jalan setapak disekitar restoran untuk mencari taksi
“Taksi !”
Sebuah taksi tepat berhenti dihadapannya.
“Ahh.. ceobtda...(dingin)..”
saat sudah setengah jalan, krystal merogoh-rogoh sakunya untuk mengambil uang membayar taksi. Tapi, nasib buruk menimpanya, nasib yang benar-benar buruk
“Ahjussi (paman) .. bisakah aku membayar ongkos saat sudah sampai ditujuan ? aku lupa tidak membawa uang” tanya krystal penuh was-was
Tanpa basa-basi sang supir langsung menghentikan mobilnya.
“ahjussi.. aku pasti akan membayar ongkosnya. Tapi nanti saat sampai. Apa kau tidak kasihan padaku ? cuaca sangat dingin, disini juga sangat sepi. Putakheyo ( aku mohon.)”
“Tidak bisa. Cepat turun ! kau fikir aku bisa tertipu ?”
            Dengan terpaksa, krystal turun dari taksi tersebut. Ia benar-benar ketakutan. Cuaca sangat dingin, jalanan itu juga sangat sepi. Ia benar-benar tak tahu harus bebrbuat apa.
Dilain tempat, chunhee dan chunji sama sekali tak menyadari bahwa krystal belum pulang kerumah. Mereka mengira krystal sudah masuk ke kamarnya dan tertidur. Jadi, mereka mengunci rumah begitu saja.
Sedangkan Krystal sudah tidak tahan lagi, udara diluar sangat  dingin. Baju yang ia gunakan tidak cukup untuk menghangatkan badannya. Tapi untungnya, salah satu pekerja bernama Injung yang kebetulan lewat disekitar sana mengenali krystal dan mengantarnya pulang,
“Omo !! bukankah kau krystal ?”
“Kajja ! akan kuantar kau pulang..kajja..” lanjutnya seraya menggotong tubuh krystal masuk kedalam mobil
Sesampainya dirumah, krystal mengucapkan terima kasih pada Injung kemudian  berjalan gontai menuju rumah. Namun apadaya, rumah sudah terkunci, ia sudah tak punya tenaga untuk mengetuk rumah dan akhirnya wanita itu pingsan tepat didepan pintu.
            Keesokan harinya, chunhee yang hendak membangunkan krystal sangat terkejut karena ternyata kamar krystal kosong. Ia pun segera berlari menuju kamar kakaknya dan meminta chunji untuk mencari krystal, tapi kakaknya sama sekali tak peduli.
“Sudahlah .. mungkin ia tidur dirumah pekerja yang lain. Ia kan juga butuh teman”
Chunhee yang tak percaya dengan perkataan oppanya memutuskan untuk mencari krystal sendiri. Namun betapa terkejutnya gadis itu saat melihat krystal tergeletak tak berdaya
“Eonni.. ireona ( bangun..) badanmu panas sekali.. eottokhae ??”
“Oppa !! oppa !! cepat turun” lanjut chunhee dengan nada panik
Dengan malas-malasan, chunji turun dari kamarnya. Sama seperti adiknya, ia terkejut dan panik saat melihat krystal ada diluar rumah. suhu badan krystal sangat tinggi. Chunji pun segera menggotong krystal ke kamarnya dan mengambil kompres agar suhu badan krystal stabil kembali.
“Oppa .. kau urus eonni.. aku harus sekolah..”
“kau saja yang urus dia,.”
“aku harus sekolah, hari ini aku ada ujian, jika tidak ikut, guruku pasti akan marah dan mengurangi nilaiku ..” jawab chunhee seraya terus mencari-cari alasan
            Setelah mengantar chunhee ke sekolah, Chunji kembali ke kamar krystal dan mengganti kompresnya berulang-ulang kali. Sesekali ia memperhatikan wajah cantik krystal yang sedang pingsan. Tapi saat ia beranjak pergi dari tempat duduknya, tangan krystal menarik pelan tangan chunji,
“kajima.. (jangan pergi)” ucapnya
Chunji yang mendegar kata-kata itu duduk kembali dan tanpa sadar menggenggam tangan krystal kemudian tertidur dengan lelap.
*********

            Setelah tiga  jam lamanya krystal pingsan, ia akhirnya bangun dan merasa sangat senang karena chunji tertidur sambil menggenggam tangannya. Tak ingin chunji terganggu, krystal melepaskan genggaman itu kemudian beranjak dari tempat tidur untuk membuatkan chunji sarapan. Ia berfikir, chunji sangat baik, karena baginya, merawat orang yang sedang sakit itu tidak mudah. Sedangkan chunji yang terbangun tak lama setelahnya kaget karena krystal tidak ada dikamar. Ia segera mencari krystal ke seluruh bagian rumah dan menemukan wanita itu sedang menyiapkan makanan,
“kau sudah bangun ?” tanya krystal
“ne..” jawab chunji seraya duduk di ruang makan.
“kau seharusnya tetap istirahat dikamar karena kondisimu belum pulih sepenuhnya. Jika kau sakit, aku yang susah karena harus merawatmu..” lanjutnya
“gomawoyo chunji-ssi..” ucap krystal dengan senyuman yang tersungging di bibirnya
“kemarin kau panggil aku dengan embel-embel –ah.. tapi kenapa sekarang –ssi ?
“gomawoyo chunji-ah..” jawab krystal
“aku ini lebih tua darimu, jadi seharusnya kau panggil aku..”
Belum sempat chunji menyelesaikan kalimatnya krystal sudah lebih dulu menjawab,
“Gomawoyo.. chunji .. oppa..”
Mendengar kata oppa keluar dari mulut krystal, chunji langsung menoleh tak percaya karena wanita itu benar-benar memanggilnya ‘oppa’
            Tak mau perasaan aneh itu berlarut-larut, chunji segera makan masakan yang sudah tersedia di meja makan.
“Bagaimana masakanku ?”
“tidak enak..” jawab chunji datar
“jika tidak enak, kenapa masih terus dimakan ?” tanya krystal
“karena aku sedang lapar”
Belum lama chunji menjawab pertanyaan itu, krystal tiba-tiba menyodorkan kimchi ke mulut chunji.
“ppalli !! ( cepat ).. makanlah..” pinta krystal
Tapi saat krystal memasukkan kimchi itu ke mulut chunji, samg adik tiba-tiba masuk dan membuat keduanya canggung,
“Omo !! baru 1 hari kalian saling mengenal kalian sudah  makan bersama, suap-suapan pula,.. aigoo .. romantis sekali..” goda chunhee yang membuat krystal segera menjauhkan tangannya dan beralasan ingin ke kamar mandi
Sedangkan chunji langsung menjitak kepala adiknya.
oppa.. appoyo ( sakit )...”
Beberapa menit kemudian suasana canggung yang terjadi sudah mulai pudar dan kembali normal.
Melihat adiknya sudah memasuki kamar, chunji menghampiri krystal yang tengah bersantai di kamarnya,
“annyeong haseyo..”
“ohh.. annyeong haseyo .. wae ? ( kenapa ?)” tanya krystal
“Tiga hari lagi, adikku berulang tahun. Tapi, aku tak tahu harus memberikan hadiah apa. Oleh karena itu, berhubung akhir-akhir ini kau dekat dengannya, tahukah kau apa yang adikku inginkan ?”
“Sebenarnya aku tidak tahu, tapi melihat dari sikapnya padamu, aku yakin ia hanya ingin menghabiskan waktu lebih lama denganmu. Bagaimana jika kau ajak dia berjalan-jalan ke taman hiburan ?”
“ahh.. sepertinya itu ide bagus. Kalau begitu aku permisi.. annyeonggigaseyo ( selamat tinggal )..”
“jankkamanyo..” ucap krystal seraya menarik pelan pergelangan tangan chunji,
 kemudian beranjak dari tempat tidurnya dan mengambil sesuatu dari dalam lemarinya
Yeoja itu mengambil kemudian mengambil handsapalast dan juga obat merah dari dalam kotak p3k. Ia melihat sekilas luka di dahi chunji kemudian mengobatinya,
“Apa yang kau lakukan ?” tanya chunji
“aku hanya ingin mengobati luka di dahimu. Terlihat tidak apik jika terus dibiarkan seperti itu..” jawab krystal

Yang chunji rasakan hanya satu, sangat kencang. ...






  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar