Hai .. Kembali lagi nih, bawa FF baru. Harap maklum kalau banyak typo bertebaran, dan kesalahan-kesalahan lainnya..
Fantasy Girl
Cast :
Dilantai atas
dari sebuah rumah, terdengar dentuman lagu milik CNBLUE dengan irama khas dan
bernuansa rock yang membuat seorang pria terlihat lebih bersemangat dari
biasanya. Ia terlihat mengenakan setelan
celana jeans hitam dan kemeja putih bersih dilengkapi dengan dasi yang
terpasang dengan sangat rapi. Sekilas pria
itu menatap sebuah cermin, memperhatikan seluruh penampilannya dari ujung kaki
hingga ujung rambut kemudian memilih sepatu
yang sudah pasti akan membuat para wanita semakin terbuai olehnya,
“Perfect
!” ucapnya dalam hati.
Setelah
men turn-off radionya, Chunji mulai menuruni tangga rumah satu persatu,
bersiap-siap memulai hari dengan ceria. Ia langkahkan kaki menuju garasi,
kemudian mengidupkan mesin mobil audi s5 miliknya. Tujuan pertamanya adalah Gwangju High school, tempat Lee ChunHee,
adiknya, bersekolah. Dan seperti hari-hari biasanya, saat sampai disana, semua
mata tertuju padanya, memuji-muji ketampanannya.
“Aigo.. Oppa ! kau tampan sekali hari
ini. Lihatlah, semua orang memperhatikanmu !” puji chunhee seraya menepuk-nepuk
punggung kakaknya
“gomawoyo chunhee-ah..” jawab chunji
dengan senyuman yang mengembang di bibirnya
Tak memperdulikan wanita yang masih
terus berteriak-teriak ”chunji...chunji oppa” lelaki itu segera menancapkan gas
menuju tempat tujuannya yang kedua yaitu, restoran.
Chunji
sudah mengelola restoran itu selama 3 tahun. Dan selama 3 tahun itu pula,
restorannya semakin bertambah ramai.
Saat ditengah jalan, sang adik mulai
berbicara,
“Oppa ... saat kau bekerja direstoran,
aku sangat kesepian. apa kau tak bisa meluangkan waktu lebih lama untuk adikmu
ini ?”
“Aigoo.. oppa ini sangat sibuk.. kau harus bisa memaklumi. Ara ( mengerti ) ?”
“Ne ...”
Tak
beberapa lama setelah percapakan mereka, restoran dengan penuh pengunjung sudah
ada didepan mata.
“Oppa.. kajja ( ayo ) .. aku sudah
sangat lapar .. palli ( cepat )” pinta sang adik
Saat memasuki tempat itu, chunji
terlihat senang karena ia merasa, selama ini usahanya tak sia-sia. Ia korbankan
segalanya untuk membangun restoran itu, mempertahankan satu-satunya sumber
penghasilan keluarganya sejak dahulu
Setelah sampai di ruang pribadi
miliknya, ia mengambilkan beberapa masakan untuk dimakan. Namun sayang, mereka
harus bergegas karena masih ada tempat lain yang harus dikunjungi.
“Oppa... tidak bisakah aku menunggu
disini saja ?” Tanya Chunhee
“Aniyo .. kau harus ikut. Jika kau
tetap disini, siapa yang akan menemaniku ?”
Pasangan
adik kakak itupun segera melaju dengan kecepatan yang rendah. Namun, hal itu
malah membuat mereka terkena masalah, masalah yang akan mengubah hari-hari
mereka.
“Brukkk .. brukk..”
“Oppa.. igo mwoya ??” tanya chunhee
Chunji dan chunhee yang menyadari
telah menabrak seseorang pun turun dari mobilnya dengan harap-harap cemas
“Ya.. gwenchana ? ( hey, apa kau
baik-baik saja)” tanya chunji
“Ne. Gamsahamnida .. .. omo !!
ottokhae ottokhae ottokhae?( bagaimana ini ??)” Ucap sang yeoja panik saat melihat segerombol pria
berbadan besar dari kejauhan mulai
berlari kearah mereka
“Bisakah kau membawaku ? bisakah aku
menginap dirumahmu ? jebaliyo( aku mohon) .. jika kalian tidak membawaku
...aishh... aku pasti akan dicincang-cincang oleh halmonie ( nenek).. izinkan
aku tinggal dirumahmu.. jika tidak, berpura-puralah bahwa kau kekasihku dan
akan mengantarkanku kerumah .. jebaliyo...” Lanjutnya
“Ya.. ! ( hey ! )kami memang
menabrakmu ,tapi bagaimana bisa kau berkata seperti itu padaku ! kau ini tidak
punya sopan santun ha ? aishh.. seharusnya kutinggalkan saja dirimu disini..”
bentak chunji
“Ya !! tadi kau bersikap baik padaku,
kenapa sekarang kau berbicara seperti itu ? jika bukan karena kondisi mendesak,
aku tidak akan meminta hal bodoh kepada orang yang sudah menabrakku !”
Dari
kejauhan, tampak orang-orang itu semakin mendekat dan memanggil-manggil sang
yeoja dengan sebutan,’krystal agassi..
krystal agassi.Tanpa pikir panjang, yeoja itu langsung masuk kemobil dan
meminta chunji juga chunhee untuk segera pergi.
Di mobil, chunhee yang sejak tadi diam
mulai angkat bicara,
“Eonni.. dangsineun nugu ? ( kau siapa
?)”
“Chaega (aku ?) sebelumnya maaf karena
telah merepotkan, namaku Krystal Jung kelahiran San fransisco, California. Cucu
sekaligus...”
Belum selesai krystal memperkenalkan
dirinya, chunji tiba-tiba memberhentikan mobil dan menyuruhnya untuk turun.
“Turun ..” pintanya
“Shireoyo ( aku tidak mau)..
setidaknya carikan aku tempat tinggal.. “
“Cepat turun ..”
“Shireoyo..”
“Aku bilang turun.. apa kau tidak
mendengar ?”
Namun sepertinya, keberuntungan sedang
memihak pada krystal. chunhee menawarkan sesuatu pada yeoja itu, sesuatu yang
membuat oppanya speachlees,tak bisa berkata apa-apa.
“Eonni .. kau boleh tinggal dirumah
kami. Tapi dengan syarat... pukul 07.00 – 12.00 kau harus bekerja direstoran
oppaku, setelah itu kau harus menemaniku sepanjang hari. Sepanjang hari !!
setuju ?”
“Ya !! micheonna ? ( kau gila ?)“
Tanya chunji
“Dwesoyo(sudahlah), bukankah ini juga
menguntungkan bagi kita ? oppa tidak kekurangan pekerja, selain itu, adikmu ini
tidak akan kesepian. sudahlah, meurut saja apa kataku.. ne ?” Bisik chunhee
“Ne.. arasseo arasseo!(ya .. aku
mengerti .. menegerti ..)” jawab chunji pasrah
Krystal yang sedari tadi tampak
berfikir akhirnya mengiyakan semua permintaan chunhee. Tapi sang kakak
memberikan satu persyaratan lagi,
“Setelah sampai rumah, kau ceritakan
asal usulmu.”
“Apakah itu harus ?” tanya krystal
“Ne..” jawab chunji
“Semuanya ?” tanyanya lagi
“Ya !! kau mau aku menuduhmu sebagai
penjahat ? kau mau ??”
“Kau ini.. apa sikapmu selalu seperti
ini pada wanita ? apa kau selalu
bersikap kasar pada wanita ? apa kau tak punya sopan santun ?” tanya krystal
yang nampaknya sudah mulai terpancing emosi dengan kata-kata chunji
“chunji oppa.. sudahlah.. jangan
berdebat dengannya..” Pinta Chunhee
Karena
semua sudah disetujui, chunji kembali menancapkan gas untuk pulang ke rumah.
Sesampainya dirumah,
“Krystal Jung Imnida, aku lahir di san
fransisco, california. Aku adalah cucu sekaligus pewaris tahta dari taesan
group.”
“Mwo ??” pekik chunhee dan chunji tak
percaya
“lalu,
jelaskan kepada kami apa alasan orang-orang itu mengejarmu.!” Pinta
chunji
“Aku... dulu mempunyai seorang eonni.
Karena suatu masalah, eonniku diusir
dari rumah tanpa uang sepeserpun saat umurnya masih 17 tahun sedangkan umurku
masih 12 tahun. Orang tuaku yang baru datang dari california sangat shock
mendengar berita itu. Akhirnya, mereka memutuskan untuk mencari eonniku dan
membawanya kembali pulang kerumah. Tapi, hatiku bertambah sakit saat aku mengetahui orang
tuaku mengalami kecelakaan. Ayahku seketika meninggal ditempat, sedangkan ibuku
segera dibawa kerumah sakit. Namun beberapa jam kemudian, beliau menyusul
ayahku. ” Ucapnya seraya menahan tangis dan rasa sakit yang amat mendalam
“Aku tak tahu harus bagaimana, aku
merasa kesepian, hampa, tak pernah mendapat kasih sayang. Aku hanya bisa
menangis, Namun hal yang membuatku lebih syok, penyebab kecelakaan itu adalah
nenekku sendiri. Nenek menyuruh orang untuk memotong kabel rem supaya appa dan
eommaku tidak bisa mencari kakakku. Aku sangat marah, rasanya ingin sekali
mengakhiri hidup saat itu juga. Beberapa tahun kemudian, aku mencoba untuk
mencari kabar eonniku dan berhasil menemukannya dengan bantuan pengikut
setiaku, tapi hal itu tidak berlangsung lama. Nenek tahu aku sudah berhasil
menemukan kakakku dan mulai mengurungku seperti hewan. Dan untuk yang kedua
kalinya aku kehilangan eonniku. Dan alasan mengapa aku ada disini, itu karena
eonniku. Aku mendengar bahwa eonniku tinggal di gwangju.. aku ingin sekali
bertemu dengannya..” Lanjutnya
Krystal sudah tidak tahan, is segera
berlari keluar rumah dengan rasa sesak di dada. Sedangkan Chunhee yang merasa
iba kepada krystal berlari mengejarnya,
“Eonni...menangislah sepuas hatimu.
Jangan kau tahan rasa sakit itu..”
Chunji merasa sangat bersalah pada krystal.
ia pun segera menyiapkan kamar untuk yeoja itu, membuat kamar itu terlihat
lebih rapi dari sebelumnya.
“Kau beristirahatlah. Aku masih ada
urusan. Chunhee, jagalah rumah. ara ?” pinta chunji
“Ne ..”
Saat
chunhee mulai memasuki rumah, krystal tiba-tiba bangkit dan menarik tangan
chunji kemudian berbisik ditelinganya,
“Gomawoyo..chunji-ah..”
Mendengar perkataan itu, chunji
sedikit merasa tidak nyaman dan canggung. Entah mengapa. Namun ia segera
melupakan hal itu dan kembali melanjutkan perjalanannya.
*********
Hari
baru telah tiba, saatnya krystal untuk menjalankan tugas pertamanya, yaitu
bekerja direstoran milik Chunji.
“Kau sudah siap ?” tanya chunji
“Ne.. kajja”
Sesampainya disana, para pegawai
chunji shock melihat lelaki itu datang dengan seorang wanita karena sebelumnya
mereka tak pernah melihat chunji datang bersama seorang wanita kecuali adiknya.
Tak ingin ada kesalah pahaman, chunji menjelaskan bahwa krystal adalah pegawai
baru. Yeoja itu sedikit takjub melihat restoran milik chunji.
“Wahh, restoramu besar juga, ada
panggungnya pula. Aku kira hanya restoran di seoul saja yang mempunyai desain
seperti ini. “
“kau ini anak orang kaya tapi kenapa
terlihat sangat udik ?” tanya chunji ketus
Krystal
yang masih takjub segera berlari naik keatas panggung dan menyambar mik yang
ada disana.
“ya.. ( hey !) apa yang kau lakukan ?”
“Sepertinya panggung ini tidak pernah
dipakai untuk menyanyi. Bolehkah nanti aku menyanyi disini ???” tanya krystal
“Kau !! kau ini pegawai baru tapi kenapa meminta hal yang
aneh-aneh padaku.. memangnya kau bisa menyanyi ?”
“Gureom ( tentu !). Lihatlah..”
Chunji yang tak ingin krystal membuat
masalah segera menariknya turun dari panggung dan berkata,
“Kau boleh menyanyi tapi nanti, saat
pengunjung sudah banyak yang datang...” “Jinjja jinjja jinjja ??????
Gomawoyo...” ucap krystal seraya memeluk chunji
chunji yang merasa canggung segera
melepaskan pelukan krystal dan menyuruh krystal untuk membantu pegawai yang
lain.
“Ehhmm.. sebaiknya kau cepat bantu
pegawai lain..”
“Ne..” jawab krystal ceria
Hari
sudah semakin siang begitu pula dengan restoran yang semakin ramai dengan
pengunjung. Krystal merasa senang karena
ini saatnya untuk ia bernyanyi, seperti yang diucapkan oleh chunji. Ia pun segera
berganti baju dan berjalan menaiki panggung.
“annyeong haseyo.. krystal jung
imnida. Ini adalah program baru di restoran kami. Saya akan membawakan lagu
milik IU, nagging ..Selamat menikmati..” ucap krystal
Chunji
yang sedari tadi sibuk sangat kaget mendengar krystal benar-benar menganggap
ucapannya serius dan menyanyi diatas panggung. Ia pun segera berlari mendekati
panggung untuk mengajak krystal pergi. Tapi saat sampai disana,
‘neutge
daniji jom ma
sureun meolli jom haebwa
yeol saljjari aecheoreom mareul an deutni
jeongmal useumman nawa
nuga nugul bogo aira haneunji
jeongmal useumman nawa
sirheun yaegi hage doeneun nae mameul molla
joheun yaegiman nanugo sipeun nae mameul molla
geumanhalkka? Geumanhaja
sureun meolli jom haebwa
yeol saljjari aecheoreom mareul an deutni
jeongmal useumman nawa
nuga nugul bogo aira haneunji
jeongmal useumman nawa
sirheun yaegi hage doeneun nae mameul molla
joheun yaegiman nanugo sipeun nae mameul molla
geumanhalkka? Geumanhaja
hanabuteo yeolkkaji da neol wihan sori
nae mal deutji annneun neoegeneun ppeonhan jansori
geu manhaja geuman haja
saranghagiman haedo sigan eomneunde
meori anin gaseumeuro haneun iyagi
niga sirta haedo an hal suga eomneun iyagi
geumanhaja geumanhaja
neoui jansoriman deullyeo’
nae mal deutji annneun neoegeneun ppeonhan jansori
geu manhaja geuman haja
saranghagiman haedo sigan eomneunde
meori anin gaseumeuro haneun iyagi
niga sirta haedo an hal suga eomneun iyagi
geumanhaja geumanhaja
neoui jansoriman deullyeo’
Chunji takjub
melihat penampilan krystal yang begitu apik. Ia juga terlihat sangat senang
saat melihat para pengunjung menikmati penampilan krystal. Saat dipanggung,
Chunji menyadari dan mengakui krystal terlihat sangat anggun dan cantik meskipun
hanya dalam hati. Tapi lamunannya buyar seketika saat krystal selesai menyanyi
dan menyapanya,
“Bagaimana penampilanku ? aku sedikit
gugup karena ini pertama kalinya aku tampil di panggung..”
Tak mau krystal besar kepala, chunji
malah mengejek wanita itu,
“Kau benar-benar menganggap
perkataanku tadi serius ? Gadis bodoh..” ucap chunji
“Meskipun sebenarnya penampilanmu
sangat menakjubkan” lanjutnya dengan suara yang nyaris tak terdengar
Tapi sayangnya, krystal ternyata
mendengar perkataan itu. Ia hanya bisa tersenyum melihat kelakuan sang bos yang
sangat gengsi dan tak mau memuji
dirinya.
Waktu
terus berjalan, tak terasa hari sudah semakin malam. Saatnya untuk menutup
restoran.
“kajja .. kita pulang sekarang..” ajak
chunji
“Aniyo.. aku tidak enak kepada pekerja
lain. Nanti aku akan pulang naik taksi ..”
“memangnya kau punya uang ?”
“Nde. Cukup kok untuk naik taksi.. kau
tenang saja..” jawab krystal seraya menepuk-nepuk punggung chunji, persis
seperti apa yang adiknya lakukan “arasseo..” jawabnya datar
“jangan lupa, sampaikan permintaan
maafku pada adikmu karena tak bisa menemaninya dan harus bekerja sampai malam”
“tidak masalah.. aku sudah memberitahu
adikku tadi..”
Chunji pun memberi salam kepada semua
pekerja kemudian berlalu dengan mobilnya menuju rumah meskipun dalam hati ia
sedikit cemas karena krystal orang baru di gwangju.
Setelah semuanya
selesai, krystal berpamitan pulang kepada teman-temannya. Ia sangat senang,
karena mereka semua baik dan ramah. Ia menyusuri jalan setapak disekitar
restoran untuk mencari taksi
“Taksi !”
Sebuah taksi tepat berhenti
dihadapannya.
“Ahh.. ceobtda...(dingin)..”
saat sudah setengah jalan, krystal
merogoh-rogoh sakunya untuk mengambil uang membayar taksi. Tapi, nasib buruk
menimpanya, nasib yang benar-benar buruk
“Ahjussi (paman) .. bisakah aku
membayar ongkos saat sudah sampai ditujuan ? aku lupa tidak membawa uang” tanya
krystal penuh was-was
Tanpa basa-basi sang supir langsung
menghentikan mobilnya.
“ahjussi.. aku pasti akan membayar
ongkosnya. Tapi nanti saat sampai. Apa kau tidak kasihan padaku ? cuaca sangat
dingin, disini juga sangat sepi. Putakheyo ( aku mohon.)”
“Tidak bisa. Cepat turun ! kau fikir
aku bisa tertipu ?”
Dengan
terpaksa, krystal turun dari taksi tersebut. Ia benar-benar ketakutan. Cuaca sangat
dingin, jalanan itu juga sangat sepi. Ia benar-benar tak tahu harus bebrbuat
apa.
Dilain tempat, chunhee dan chunji sama
sekali tak menyadari bahwa krystal belum pulang kerumah. Mereka mengira krystal
sudah masuk ke kamarnya dan tertidur. Jadi, mereka mengunci rumah begitu saja.
Sedangkan Krystal sudah tidak tahan
lagi, udara diluar sangat dingin. Baju
yang ia gunakan tidak cukup untuk menghangatkan badannya. Tapi untungnya, salah
satu pekerja bernama Injung yang kebetulan lewat disekitar sana mengenali
krystal dan mengantarnya pulang,
“Omo !! bukankah kau krystal ?”
“Kajja ! akan kuantar kau
pulang..kajja..” lanjutnya seraya menggotong tubuh krystal masuk kedalam mobil
Sesampainya dirumah, krystal
mengucapkan terima kasih pada Injung kemudian
berjalan gontai menuju rumah. Namun apadaya, rumah sudah terkunci, ia
sudah tak punya tenaga untuk mengetuk rumah dan akhirnya wanita itu pingsan
tepat didepan pintu.
Keesokan
harinya, chunhee yang hendak membangunkan krystal sangat terkejut karena
ternyata kamar krystal kosong. Ia pun segera berlari menuju kamar kakaknya dan
meminta chunji untuk mencari krystal, tapi kakaknya sama sekali tak peduli.
“Sudahlah .. mungkin ia tidur dirumah
pekerja yang lain. Ia kan juga butuh teman”
Chunhee yang tak percaya dengan
perkataan oppanya memutuskan untuk mencari krystal sendiri. Namun betapa
terkejutnya gadis itu saat melihat krystal tergeletak tak berdaya
“Eonni.. ireona ( bangun..) badanmu
panas sekali.. eottokhae ??”
“Oppa !! oppa !! cepat turun” lanjut
chunhee dengan nada panik
Dengan malas-malasan, chunji turun
dari kamarnya. Sama seperti adiknya, ia terkejut dan panik saat melihat krystal
ada diluar rumah. suhu badan krystal sangat tinggi. Chunji pun segera
menggotong krystal ke kamarnya dan mengambil kompres agar suhu badan krystal
stabil kembali.
“Oppa .. kau urus eonni.. aku harus
sekolah..”
“kau saja yang urus dia,.”
“aku harus sekolah, hari ini aku ada
ujian, jika tidak ikut, guruku pasti akan marah dan mengurangi nilaiku ..”
jawab chunhee seraya terus mencari-cari alasan
Setelah
mengantar chunhee ke sekolah, Chunji kembali ke kamar krystal dan mengganti
kompresnya berulang-ulang kali. Sesekali ia memperhatikan wajah cantik krystal
yang sedang pingsan. Tapi saat ia beranjak pergi dari tempat duduknya, tangan
krystal menarik pelan tangan chunji,
“kajima.. (jangan pergi)” ucapnya
Chunji yang mendegar kata-kata itu
duduk kembali dan tanpa sadar menggenggam tangan krystal kemudian tertidur
dengan lelap.
*********
Setelah
tiga jam lamanya krystal pingsan, ia
akhirnya bangun dan merasa sangat senang karena chunji tertidur sambil
menggenggam tangannya. Tak ingin chunji terganggu, krystal melepaskan genggaman
itu kemudian beranjak dari tempat tidur untuk membuatkan chunji sarapan. Ia
berfikir, chunji sangat baik, karena baginya, merawat orang yang sedang sakit
itu tidak mudah. Sedangkan chunji yang terbangun tak lama setelahnya kaget
karena krystal tidak ada dikamar. Ia segera mencari krystal ke seluruh bagian
rumah dan menemukan wanita itu sedang menyiapkan makanan,
“kau sudah bangun ?” tanya krystal
“ne..” jawab chunji seraya duduk di
ruang makan.
“kau seharusnya tetap istirahat
dikamar karena kondisimu belum pulih sepenuhnya. Jika kau sakit, aku yang susah
karena harus merawatmu..” lanjutnya
“gomawoyo chunji-ssi..” ucap krystal
dengan senyuman yang tersungging di bibirnya
“kemarin kau panggil aku dengan
embel-embel –ah.. tapi kenapa sekarang –ssi ?
“gomawoyo chunji-ah..” jawab krystal
“aku ini lebih tua darimu, jadi
seharusnya kau panggil aku..”
Belum sempat chunji menyelesaikan
kalimatnya krystal sudah lebih dulu menjawab,
“Gomawoyo.. chunji .. oppa..”
Mendengar kata oppa keluar dari mulut
krystal, chunji langsung menoleh tak percaya karena wanita itu benar-benar
memanggilnya ‘oppa’
Tak
mau perasaan aneh itu berlarut-larut, chunji segera makan masakan yang sudah
tersedia di meja makan.
“Bagaimana masakanku ?”
“tidak enak..” jawab chunji datar
“jika tidak enak, kenapa masih terus
dimakan ?” tanya krystal
“karena aku sedang lapar”
Belum lama chunji menjawab pertanyaan
itu, krystal tiba-tiba menyodorkan kimchi ke mulut chunji.
“ppalli !! ( cepat ).. makanlah..”
pinta krystal
Tapi saat krystal memasukkan kimchi
itu ke mulut chunji, samg adik tiba-tiba masuk dan membuat keduanya canggung,
“Omo !! baru 1 hari kalian saling
mengenal kalian sudah makan bersama,
suap-suapan pula,.. aigoo .. romantis sekali..” goda chunhee yang membuat
krystal segera menjauhkan tangannya dan beralasan ingin ke kamar mandi
Sedangkan chunji langsung menjitak
kepala adiknya.
“oppa.. appoyo ( sakit )...”
Beberapa menit kemudian suasana canggung yang terjadi sudah mulai
pudar dan kembali normal.
Melihat adiknya sudah memasuki kamar, chunji menghampiri krystal
yang tengah bersantai di kamarnya,
“annyeong haseyo..”
“ohh.. annyeong haseyo .. wae ? ( kenapa ?)” tanya krystal
“Tiga hari lagi, adikku berulang tahun. Tapi, aku tak tahu harus
memberikan hadiah apa. Oleh karena itu, berhubung akhir-akhir ini kau dekat
dengannya, tahukah kau apa yang adikku inginkan ?”
“Sebenarnya aku tidak tahu, tapi melihat dari sikapnya padamu, aku
yakin ia hanya ingin menghabiskan waktu lebih lama denganmu. Bagaimana jika kau
ajak dia berjalan-jalan ke taman hiburan ?”
“ahh.. sepertinya itu ide bagus. Kalau begitu aku permisi..
annyeonggigaseyo ( selamat tinggal )..”
“jankkamanyo..” ucap krystal seraya menarik pelan pergelangan
tangan chunji,
kemudian beranjak dari tempat tidurnya dan mengambil sesuatu dari dalam lemarinya
kemudian beranjak dari tempat tidurnya dan mengambil sesuatu dari dalam lemarinya
Yeoja itu mengambil kemudian mengambil handsapalast dan juga obat
merah dari dalam kotak p3k. Ia melihat sekilas luka di dahi chunji kemudian
mengobatinya,
“Apa yang kau lakukan ?” tanya chunji
“aku hanya ingin mengobati luka di dahimu. Terlihat tidak apik
jika terus dibiarkan seperti itu..” jawab krystal
Yang chunji rasakan hanya satu, sangat kencang. ...






0 komentar:
Posting Komentar